Keterampilan Dasar Mengajar 1
Keterampilan
mengajar bagi seorang pembelajar adalah sangat penting kalau ia ingin menjadi
seorang pembelajar yang profesional, jadi disamping dia harus menguasai subtansi
bidang studi yang diampu, keterampilan dasar mengajar juga adalah merupakan
keterampilan penunjang untuk keberhasilan dia dalam proses belajar mengajar.
Diantara
sekian banyak faktor yang ada dan harus dipenuhi oleh guru adalah kemampuan
dasar mengajar. Faktor ini merupakan bagian integral dari keprofesian guru yang
senantiasa harus ditingkatkan agar mampu memilah dan memilih berbagai gaya
pembelajaran yang cocok dengan karakteristik pebelajar; apak behavioristik atau
konstruktivistik. Terdapat 8 (delapan) Keterampilan Dasar Mengajar, yaitu:
1.
Keterampilan
Bertanya
2.
Keterampilan
Memberi Pengauatan
3.
Keterampilan
Mengadakan Variasi
4.
Keterampilan
Menjelaskan
5.
Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran
6.
Keterampilan
Memimpin Diskusi Kelompok kecil
7.
Keterampilan
Mengelola Kelas
8.
Keterampilan
Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
A.
Keterampilan
Bertanya
Keterampilan
bertanya terjadi dalam setiap proses belajar mengajar. Seorang pembelajar
tidaklah lepas dari aktivitas memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan
dari para pebelajar.
Pengertian dan rasional keterampilan
bertanya bertujuan untuk memperoleh informasi dan meningkatkan kemampuan
berfikir.
Secara detail, tujuan-tujuan dalam
memberikan pertanyaan tersebut adalah:
1.
Membangkitkan minat
dan ras ingin tahupebelajar terhadap suatu pokok bahsan
2.
Memusatkan
perhatian pebelajara terhadap suatu pokokk bahasan atau konsep
3.
Mendiagnosis
kesulitan-kesulitan khusu yang menghambat pebelajar belajar
4.
Mengembangkan
cara belajar pebelajar aktif
5.
Memberikan
kesempatan kepada pebelajar untuk mengasimilasikan informasi
6.
Mendorong
pebelajar mengemukakannya dalam bidang diskusi
7.
Menguji dan
mengukur hasil belajar pebelajar
8.
Untuk
menegetahui keberhasilan pembelajar dalam mengajar
Adapun
komponen-komponen dalam keterampilan dasar ini, yaitu:
1.
Pengungkapan
ertanyaan secara jelas
2.
Pemberian acuan
3.
Pemusatan
4.
Pemindahan
giliran
5.
Penyebaran
6.
Pemberian waktu
berfikir
7.
Pemberian
tuntunan
Beberapa alasan kenapa Pembelajar perlu
menguasai keterampilan bertanya karena:
1.
Pembelajar
cenderung mendominasi kelas dengan ceramah
2.
Pebelajar belum
terbias mengajukan pertanyaan
3.
Pebelajar harus
dilibatkan secara mental-intelektual secara maksimal, dan
4.
Adanya anggapan
bahwa pertanyaan hanya berfungsi untuk menguji pemahaman pebelajar
Dalam rangka memberikan pertanyaan
kepada pebelajar, pembelajar seyogyanya melakukannya dengan cara-cara yang baik
agar tercapai fungsi pertanyaan tersebut, yaitu:
1.
Mendorong
pebelajar untuk berpikir
2.
Meningkatkan
keterlibatan pebelajar
3.
Merangsang
pebelajar untuk mengajukan pertanyaan
4.
Mendiagnosis
kelemahan pebelajar
5.
Memusatkan
perhatian pebelajar pada satu masalah, dan
6.
Membantu
pebelajar mengungkapkan pendapat dengan bahasa yang baik
Keterampilan
bertanya lanjut terdiri dari komponen:
1.
Pengubahan
tuntutan kkognitif dalam menjawab pertanyaan
2.
Pengaturan
urutan pertanyaan
3.
Penggunaan
pertanyaan pelacak, dan
4.
Peningkatan
terjadinya interaksi
Prinsip-prinsip dari keterampilan
bertanya sebagai berikut:
1.
Kehangatan dan
keantusiasan
2.
Menghindari
kebiasan mengulang pertanyaan yang mengundang jawaban serempak, mengulangi
jawaban pebelajar, mengajukan pertanyaan ganda, dan menunjuk pebelajar sebelum
mengajukan pertanaan
3.
Waktu berpikir
yang diberikan untuk pertanyaan tingkat lanjut lebih banyak dari yang diberikan
untuk pertanyaan tingkat dasar
4.
Susun pertanaan
pokok dan nilai pertanyaan tersebut sesudah selesai mengajar
B.
Keterampilan
Memberi Penguatan
Penguatan adalah
suatu respon terhadap suatu tingkah laku dan penampilan pebelajar yang dapat
menimbulkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
Penguatan diberikan dengan tujuan
meningkatkan motivasi pebelajar dalam belajar, mengontrol dan memotivasi
perilaku yang negatif, menumbuhkan rasa percaya diri, serta memelihara ikllim
kelas yang kondusif.
Dalam
memberikan penguatan harus diperhatikan prinsip-prinsip berikut:
1.
Kehangatan dan
keantusiasan
2.
Kebermaknaan
3.
Hindari respon
negatif
4.
Penguatan harus
bervariasi
5.
Sasaran
penguatan harus jelas
6.
Penguatan harus
diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul
C.
Keterampilan
Membukan dan Menutup Pelajaran
1.
Keterampilan
Membuka Pelajaran
Yang
dimaksud dengan membuka pelajaran (Set Induction) adalah kegiatan yang
dilakukan oleh pembelajar untuk menciptakan situasi siap mental dan menimbulkan
pebelajar agar terpusat perhatian pada apa yang dipelajari dengan demikian
diharapkan pebelajar akan mudah mencapai kompetensi belajar yang dipersyaratkan.
Secara
khusus tujuan membuka pelajaran adalah untuk:
a.
Mempersiapkan
mental pebelajar agar sisap memasuki persoalan yang akan dipelajari atau
dibahas dalam proses pembelajaran
b.
Menarik minat
dan perhatian pebelajar
c.
Menumbuhkan
motivasi belajar pebelajar
d.
Memberikan acuan
atau rambu-rambu tentang pembelajaran yang akan dilakukan
e.
Membuat kaitan
atau hubungan antara pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki pebelajar
dengan materi atau pengalaman pelajaran
yang akan diberikan kepada pebelajar
f.
Membuka
pelajaran juga dapat digunakan untuk mengetahui entering behavior atau tingkat
kesiapan dan penguasaan pebelajar terhadap materi yang akan diajarkan
2.
Menutup
pelajaran (Closure)
Menutup
pelajaran (closure) adalah kegiatan yang dilakukan pembelajaran untuk
mengakhiri pelajaran dengan cara menyimpulkan secara menyeluruh tentang apa
yang telah dipelajari pebelajar serta katerkaitannya dengan pengalaman
sebelumnya.
Untuk menutup pelajaran
dapat dilakukan dengan cara:
a.
Menyimpulkan
atau membuat garis-garis besar materi pokok pelajaran yang telah dibahas
b.
Mengkonsolidasikan
perhatian pebelajar terhadap hal-hal yang pokok agar informasi yang telah
diterima dapat membangkitkan minat untuk mempelajari lebih lanjut
c.
Mengorganisasikan
kegiatan yang telah dilakukan untuk membentuk pemahaman baru tentang materi
yang telah dipelajarinya
d.
Memberikan pos
test baik secara lisan, tulisan maupun berbentuk perbuatan
e.
Memberikan
tindak lanjut serta saran-saran untuk memperluas wawasan yang berhubungan
dengan materi pelajaran yang telah dibahas serta pemberian tugas-tugas yang
harus dikerjakan baik secara individu maupun kelompok
Disamping cara-cara membuka dan menutup
pelajaran seperti yang telah dijelaskan di atas, seorang pembelajar juga harus
memperhatikan prinsip-prinsip membuka dan menutup pembelajaran, diantaranya:
a.
Hubungan antar
pendahuluan dengan inti pelajaran serta dengan tugas-tugas yang akan dikerjakan
sebagai tindak lanjut nampak jelas dan logis
b.
Mengggunakan
apersepsi
c.
Dalam membuka
pelajaran harus memberi makna kepada peserta didik, yaitu dengan menggunakan
cara-cara yang relevan dengan tujuan dan bahan yang akan disampaikan
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar